Dampak Naiknya Permukaan Laut Keseharian Masyarakat Muara Baru

Sejak  beberapa tahun lalu, perubahan alam yang disebabkan oleh beberapa hal seperti pemanasan global, menjadi isu global dimana banyak negara yang telah terdampak tanpa terkecuali bagi Indonesia. Indonesia merupakan sebuah negara yang berdiri diantara Samudra Hindia dan Samudera Pasifik, dimana hal ini membuat Indonesia dapat secara langsung terdampak jika ada suatu perubahan di sekitar ruang lingkup lautan, salah satunya adalah kenaikan permukaan laut.

Muara Baru adalah area dengan kehidupan masyarakat di dalamnya, yang berlokasi di bagian Utara dari Jakarta, juga merupakan sebuah area yang berdiri di pesisir laut Jakarta. Berdasarkan data dari survey populasi pada tahun 2020, terdapat sekitar 322,000 orang yang tinggal di Jakarta Utara, termasuk di sekitar Muara Baru.

Pemandangan dari salah satu sisi di sekitar Muara Baru, yang pernah tenggelam sebelum dibangun tembok laut di Jakarta, Indonesia, 2 Agustus 2022. 

Kenaikan Permukaan Laut di Muara Baru Telah Terjadi Sebelum Tahun 1990

Kenaikan permukaan laut di Muara Baru sudah terjadi sebelum tahun 1990, lebih tepatnya sekitar tahun 1985, sebelum tembok laut berdiri di sepanjang garis pesisir. 

“Ketika saya masih muda, tepatnya sekitar tahun 1985, banjir yang disebabkan oleh kenaikan permukaan laut sudah terjadi dengan ketinggian banjir yang bervariasi. Pada beberapa daerah di Muara Baru, banjir bahkan dapat mencapai ketinggian leher orang dewasa, sedangkan di tempat saya tinggal ketinggian air mencapai dada orang dewasa,” ungkap Udin, salah satu warga setempat yang sudah sekitar 40 tahun telah tinggal di Muara Baru.

Udin menambahkan: “Ketika pertama kali saya datang kemari, dulunya kawasan di sekitar saya tinggal merupakan sebuah pelabuhan dan sangatlah ramai oleh aktifitas manusia sebagai bagian dari pelabuhan itu sendiri, disana juga dulunya terdapat sebuah Masjid yang sering digunakan warga sekitar untuk beribadah. 

“Waktupun terus berjalan hingga kenaikan permukaan laut menjadi semakin tinggi, dan terlihat tidak mungkin lagi bagi kebanyakan kapal untuk berlabuh serta beraktifitas hingga akhirnya pelabuhan pun dipindahkan di bagian lain dari Muara Baru. Kondisi yang sama juga terjadi dengan Masjid di kawasan tersebut, yang perlahan mulai tenggelam oleh kenaikan permukaan laut hingga akhirnya menjadi Masjid yang terbengkalai akibat air yang membanjiri seluruh bagian dari Masjid. 

“Tiba-tiba, Pemerintah mulai membangun tembok laut untuk menghalau saat pasang air laut terjadi mengalir serta membanjiri pemukiman warga di kawasan Muara Baru, dan setelah itu banjir yang disebabkan pasang air laut perlahan menghilang dan tidak pernah terjadi lagi.”

Pada akhirnya, bagaimana kenaikan permukaan air laut dapat membuat perubahan bagi daerah yang terdampak salah satu fenomena alam tersebut, dapat dikatakan sebuah hasil dari banyak kemungkinan mengenai apa yang akan terjadi selanjutnya pada daerah yang berlokasi di pesisir ataupun sekitar laut.

Pemandangan dari sebuah masjid yang ditinggalkan, dimana masjid ini tenggelam akibat kenaikan permukaan air laut di Jakarta, Indonesia, 23 Juli, 2022.  

Dampak Dari Kenaikan Permukaan Laut Bagi Kehidupan Sehari-hari di Muara Baru

Bagi masyarakat di sekitar Muara Baru, kehidupan sehari-hari merupakan hal lain yang juga terdampak akibat kenaikan permukaan laut yang bisa terjadi kapan saja, dimana bagi perempuan di kawasan pesisir Muara Baru berjualan jajanan anak-anak merupakan aktifitas sehari-hari mereka.

Diah ungkap: “Ketika laut sedang pasang, biasanya air mulai datang secara bertahap dengan rentang waktu sekitar 15 sampai 30 menit sebelum akhirnya terjadi banjir. Setiap banjir yang disebabkan kenaikan permukaan laut terjadi, hal pertama yang saya lakukan adalah mengamankan surat atau dokumen berharga ke tempat aman, kemudian saya akan mematikan stop kontak listrik untuk menghindari terjadinya korsleting listrik. 

“Terkadang saya bahkan merasa lelah, karena harus memastikan semua hal yang ada di dalam rumah saya aman termasuk keluarga saya,” terang Diah yang telah tinggal di kawasan Muara Baru sejak dirinya masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama. 

Diah juga menerangkan bahwa disamping resiko apapun saat banjir akibat kenaikan permukaan laut terjadi, dia tidak dapat berjualan jajanan anak-anak akibat kondisi banjir. 

“Aktifitas sehari-hari adalah berjualan jajanan ataupun makanan ringan bagi kebanyakan anak-anak disini, dan saya harus berhenti berjualan secara total selama pasang air laut terjadi karena saya harus fokus pada keluarga serta barang-barang berharga saya. Saya tidak bisa menyangkal bahwa saya merasa terganggu dengan hadirnya fenomena alam ini, tapi sejak dibangunnya tembok laut, banjir akibat pasang air laut sangat jarang bahkan hampir tidak pernah terjadi lagi.” 

Warga lokal terlihat berjalan di jalan setapak yang dulunya merupakan sebuah daratan sebelum akhirnya tenggelam di  kawasan Muara Baru, Jakarta, Indonesia, 23 Juli 2022. 

Kenaikan Permukaan Laut di Muara Baru Sebagai Pertanda Jakarta Tenggelam

Disamping dampak dari kenaikan permukaan laut, hal lain yang harus menjadi fokus terutama di sekitar pesisir adalah bagaimana hasil akhir dari kemungkinan terhadap kenaikan permukaan laut itu sendiri. Di sisi lain, kenyataan dari penurunan tanah di Jakarta yang terjadi setiap tahun tampaknya menjadi hal lain yang harus menjadi perhatian.

Udin ujar: “Meskipun saat kenaikan permukaan laut, banjir tidak pernah terjadi lagi karena adanya tembok laut, tapi ini adalah resiko untuk saya dan orang lainnya bahwa kenaikan permukaan laut selalu terjadi jika kami masih tinggal di sekitar pesisir laut. 

“Terkadang, sekalipun tahu bahwa ini tidak mudah, saya merasa ini adalah rumah saya dan sudah sejak lama saya tinggal disini. Jadi, memang saya akan terus disini dengan segala resikonya. Jika berbicara mengenai tenggelam, berdasarkan apa yang terjadi di Muara Baru dan beberapa daerah lainnya di sekitar Jakarta Utara perlahan mulai tenggelam akibat perubahan alam. 

“Karena banjir yang disebabkan kenaikan permukaan laut seakan menjadi hal yang biasa, banyak orang tidak akan menyadari tentang apa yang sebenarnya terjadi dan hanya melakukan aktifitas sebagaimana biasanya untuk hidup mereka.” 

Hasil dari sebuah isu tentang Jakarta tenggelam pada akhirnya tergantung dari bagaimana realita mengenai kenaikan permukaan laut menjadi semakin tinggi hingga bahkan mencapai level tertinggi, sebagai sebuah momen besar untuk membuka mata masyarakat Jakarta terutama masyarakat yang tidak tinggal di kawasan pesisir.

Pemandangan lain dari masjid yang ditinggalkan, dimana masjid ini sendiri tenggelam akibat kenaikan permukaan laut di Jakarta, Indonesia, 16 Januari 2022.

All photos credit: Iqro Rinaldi. Top photo caption: Seorang warga lokal terlihat mengendarai sepeda motor pada salah satu sisi dari tembok laut di kawasan Muara Baru, Jakarta, Indonesia, 13 Maret 2022. 

Iqro Rinaldi

Iqro Rinaldi

Seeing the reality, writing the truth, painting the light. This triangle concept is what I live by as a journalist. With 10 years of photojournalist experience around Jakarta, including the sea coast, I love every little thing about nature and humanity.

The best maritime news and insights delivered to you.

Here's what you can expect from us:

  • News & key insights covering the maritime industry
  • Expert analysis and opinions on maritime corruption and more
  • Exclusive interviews