Kasus bisnis untuk melawan korupsi maritim

Lee Kok Leong, koresponden khusus kami, berbicara dengan Cecilia Müller Torbrand, Direktur Program Jaringan Anti-Korupsi Maritim, tentang korupsi di industri maritim.

Penting untuk melawan korupsi, bukan hanya dari sudut pandang etis tetapi juga dari perspektif bisnis.  Perusahaan yang mengatakan tidak, akan memiliki efisiensi dari segi operasional.

Jika dilihat dari tingkat makro, dengan upaya anti-korupsi, industri dan negara-negara akan menikmati reputasi yang lebih baik dan lebih bersih, yang kemudian akan memainkan peran penting dalam menarik investasi vital.

Maritime Fairtrade (MF):  Mengapa penting bagi industri maritim untuk melawan korupsi?

Maritime Anti-Corruption Network (MACN): Perusahaan pelayaran yang melawan tuntutan korupsi memiliki lebih sedikit masalah kepatuhan dan prediktabilitas yang lebih besar dalam pengoperasiannya.

Selain patuh secara hukum, perusahaan juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga keamanan orang-orang mereka, dan ancaman yang datang dengan tuntutan korupsi menjadikan awak dan kapal dalam bahaya.

Kita tahu bahwa perusahaan-perusahaan yang mengatakan tidak terhadap tuntutan korupsi memiliki struktur kepatuhan yang efektif dan kebijakan anti-korupsi yang menghasilkan lingkungan yang lebih aman bagi para karyawan.

Sektor swasta memiliki peran penting untuk dimainkan dalam memberantas korupsi. Pertanyaannya adalah, bagaimana cara Anda melakukannya?

Perjalanan untuk mencapai kata “tidak” membutuhkan komitmen sejati.  Bagi banyak perusahaan, mengatakan “tidak” tidak dapat dilakukan sendirian.

Sementara perusahaan-perusahaan mengakui bahwa ada kebutuhan mendesak untuk mengambil sikap tegas terhadap korupsi, hal ini menjadi makin jelas bahwa hanya dengan cara bekerja secara kolektif, sektor swasta akan mampu mengatasi perubahan sistemis dalam lingkungan pengoperasian yang diperlukan untuk memberantas korupsi.

Hal ini terutama benar dalam industri maritim global, di industri ini, korupsi terjadi sebagai akibat dari saling memengaruhi antara banyak pemangku kepentingan sektor umum dan swasta.

MF: Apa dampak korupsi terhadap industri ini, perusahaan pelayaran, dan pelanggan mereka secara keseluruhan?

MACN:  Pada level makro, korupsi di sektor maritim merupakan penghalang perdagangan non-tarif yang menaikkan biaya perdagangan dan menghambat pembangunan ekonomi dan sosial, terutama di negara-negara berkembang yang biaya perdagangannya masih yang tertinggi.

Memperluas peluang perdagangan untuk negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah dengan cara mengurangi korupsi dalam rantai pasokan maritim, merupakan bagian penting dari mengintegrasikan komunitas-komunitas ini ke dalam rantai nilai global dan menarik modal, teknologi, dan keterampilan yang sangat dibutuhkan.

Pada level mikro, bagi perusahaan pelayaran, tuntutan korupsi menimbulkan keterlambatan, kontrak yang terlewatkan, atau konsekuensi komersial lainnya. 

Korupsi menghambat perdagangan, meningkatkan biaya dan, di atas segalanya, memiliki dampak mendalam dan negatif pada kapten dan awak kapal yang berada di bawah tekanan ketika menolak permintaan.

Bagi kru, perang melawan korupsi tidak ada hubungannya dengan kepatuhan hukum — ini merupakan ancaman terhadap lingkungan kerja yang aman.

MF: Tolong berikan contoh-contoh praktik korupsi yang umum.

MACN:  Di masa lalu, beberapa pejabat pelabuhan dibayar oleh kapal.  Itu adalah suatu hadiah, kebutuhan untuk “melumasi roda”. Hari ini, kami menyebutnya sebagai korupsi kecil.

Tradisi memberikan beberapa bentuk kompensasi masih termasuk kuat di banyak negara.

Pelaut dan mereka yang bekerja di pengoperasian bisnis maritim terus menghadapi permintaan untuk pembayaran, barang, atau bantuan untuk menjalankan pengoperasian bisnis seperti biasa.

Permintaan ini memiliki banyak nama: chai (yang berarti “teh” dalam bahasa Hindi), shai bil yasmeen (bahasa Arab untuk “teh melati”), refresco (bahasa Spanyol untuk “soda”), atau bahkan untuk schmear tambahan (bahasa Yiddish untuk “olesan”) — tapi efeknya sama.

Namun, masalah korupsi dan ukuran permintaan bervariasi dari satu bungkus rokok atau satu botol alkohol, hingga ribuan dolar uang tunai.

Permintaan-permintaan ini tidak etis dan ilegal.

Like this article?

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email

Donate to the cause and support independent journalism

Fight against corruption, stand for justice and equality.
Advocating for ethics and transparency in Asia’s maritime industry, we raise awareness through independent journalism.

We believe in the power of individuals to trigger changes and uplift the image of the maritime industry. As such, we publish stories to keep our readers informed to enable them to make educated decisions.

We invite our readers to support the cause and be part of the fight against corruption.

Join our community for the price of a cup of coffee or any other amounts that you wish.

This is a secure webpage.
We do not store your credit card information.

Related STORIES