Lima Pekerjaan Terbaik di Industri Maritim Indonesia

Industri maritim merupakan salah satu sumber lapangan kerja terpenting bagi ekonomi Indonesia dengan menyediakan lebih dari 12 juta pekerjaan Industri maritim begitu penting bagi Indonesia. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia terdiri atas lebih dari 17.000 pulau yang dihubungkan oleh perairan. Fakta ini hampir secara otomatis menjadikan Indonesia sebagai sebuah negara maritim.

OlehDiana M, koresponden Indonesia, Maritime Fairtrade

Industri maritim merupakan salah satu sumber lapangan kerja terpenting bagi ekonomi Indonesia dengan menyediakan lebih dari 12 juta pekerjaan. Potensi untuk menciptakan lebih banyak lagi lapangan pekerjaan juga terbuka seiring dengan terus berkembangnya industri ini.

Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat Indonesia sangat bergantung pada laut, dan mereka telah memanfaatkan sumber daya alam laut yang begitu kaya dan beragam untuk keperluan pangan, mata pencaharian, bahkan kebudayaan. Meski demikian, industri ini lebih dari sekedar penangkapan ikan; industri maritim Indonesia juga meliputi minyak dan gas, mineral, energi, pariwisata, dan transportasi laut.

Pengenalan

Menurut data Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), luas total wilayah Indonesia adalah 8,3 juta km2, terdiri atas 0,3 juta km2 luas laut territorial dan 3 juta km2 zona ekonomi eksklusif (ZEE).

Angka-angka ini menunjukkan potensi besar yang berperan penting bagi pembangunan Indonesia di masa kini dan masa mendatang. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melaporkan di tahun 2020 bahwa potensi ekonomi kelautan Indonesia dapat mencapai angka USD 1,3 triliun per tahun.

Akan tetapi, pemerintah tampaknya masih kesulitan dalam memanfaatkan berbagai sumber daya maritim tersebut, dan hal ini ditunjukkan dengan masih rendahnya kontribusi sektor maritim terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia.

Untuk tahun 2020, pemerintah menargetkan PDB maritim di angka 6.5 persen. Selain itu, Menteri KKP saat itu, Edhy Prabowo, juga mengatakan bahwa Indonesia baru memanfaatkan 10 persen dari keseluruhan potensi sumber daya. Beberapa laporan bahkan menyebutkan angkanya lebih rendah.

Prospek

Sejak pertama terpilih pada tahun 2014 dan hingga kini menjalani periode kedua masa jabatannya, President Joko Widodo selalu menegaskan bahwa sektor maritim adalah salah satu sektor yang akan menjadi fokus pemerintahannya.

Jokowi meluncurkan kebijakan Poros Maritime Dunia yang bertumpu pada lima pilar: pembangunan kembali budaya maritim Indonesia, perlindungan dan pengelolaan sumber daya laut, pembangunan infrastruktur dan konektivitas maritim, diplomasi maritim, dan penguatan pertahanan maritim.

Untuk merealisasikan visi tersebut, pemerintah telah memetakan beberapa proyek yang akan dilaksanakan, dan salah satunya adalah pembangunan tol laut. Program ini secara khusus bertujuan untuk mengatasi berbagai persoalan konektivitas yang diakibatkan oleh kondisi geografis Indonesia dalam rangka mempercepat pembangunan ekonomi, khusunya di daerah yang lebih terpencil.

Pemerintah Indonesia juga tampaknya menyadari potensi dari industri maritim dengan menargetkan PDB maritim yang lebih tinggi di tahun mendatang. Untuk mencapai tujuan tersebut, Kemenko Marves memperluas cakupan dan fokus dari sektor maritim, dari sembilan menjadi 11 klaster, termasuk di dalamnya adalah pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil.

Sebagai rencana jangka panjang, Jokowi juga telah mencanangkan Visi Indonesia 2045 yang menargetkan Indonesia menjadi negara dengan ekonomi terbesar kelima atau keempat di dunia, dengan PDB sebesar USD 7,3 triliun. Dan secara khusus, sektor maritim diharapkan dapat memberikan kontribusi sebesar 12,5 persen terhadap keseluruhan PDB Indonesia. Jika Indonesia berhasil mewujudkan visi ambisius ini, artinya akan tersedia lebih banyak kesempatan kerja di sektor ini.

Mantan anggota Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) alamrhum Muhammad Nadjikh pernah mengatakan bahwa Indonesia mungkin tidak perlu menunggu hingga 2045 untuk dapat menciptakan lebih banyak peluang kerja di sektor maritim. Menurutnya, dengan komitmen yang kuat, pemerintah dapat menciptakan hingga 45 juta pekerjaan pada tahun 2025.

Hal senada juga diakui Mantan Menteri KKP Rokhmin Dahuri yang mengatakan bahwa jika pemerintah memang serius menjadikan maritim sebagai tulang punggung perekonomian nasional, sektor tersebut dapat menyediakan lapangan kerja bagi 35 persen dari total angkatan kerja di negara ini.

Lima pekerjaan terbaik

Oseanografer

Oseanografer adalah seseorang yang mempelajari tentang lautan. Ruang lingkup pendidikan seorang oseanografer cukup beragam, dan mereka biasanya mempelajari beberapa aspek berbeda seperti bahan kimia di air laut, geologi dasar laut, pergerakan dan kepadatan air laut, serta kehidupan dan ekosistem air laut.

Karena beragamnya cakupan studi ini, seorang oseanografer biasanya mengkhusukan diri di salah satu disiplin ilmu: kimia, biologi, geologi, atau fisika.

Oseanografer biasanya bertanggung jawab dalam melakukan penelitian lapangan, mengumpulkan dan menganalisis data dengan menggunakan pemodelan statistik dan komputer. Oseanografer yang lebih senior juga biasanya bertanggung jawab dalam menyusun proposal penelitian dan mengatur jadwal serta anggaran penelitian.

Selain menyediakan pengetahuan yang penting terkait sumber daya laut Indonesia yang melimpah, seorang oseanografer juga dapat mengaplikasikan ilmu yang mereka miliki untuk kepentingan mitigasi bencana.

Karena saat ini Indonesia belum cukup menghasilkan oseanografer untuk memenuhi permintaan, pekerjaan ini menjadi salah satu karir yang paling menjanjikan.

Selain oseanografi, oseanografer biasanya juga memiliki gelar di ilmu kelautan, ilmu lingkungan, biologi, geologi, atau jurusan terkait lainnya. Mereka dapat bekerja untuk institusi pemerintahan, badan riset, atau lembaga nonpemerintah. Oseanografer tingkat pemula bisa memperoleh sekitar Rp 120 juta hingga Rp 290 juta per tahun. Sementara itu, oseanografer senior bisa mendapatkan hingga Rp 514 juta setiap tahunnya.

Naval architect

Seorang naval architect, atau arsitek kapal laut, bertanggung jawab untuk merancang, membangun, dan memperbaiki berbagai jenis kendaraan laut seperti perahu, kapal, dan bahkan kapal selam. Mereka biasanya bekerja dengan sekelompok insinyur lainnya dengan keahlian yang berbeda.

Seorang naval architect biasanya menggunakan software komputer untuk merancang kapal yang aman dan sesuai ketentuan. Mereka juga bertanggung jawab mengawasi selurus proses konstruksi kapal. Sebelum dan selama proses konstruksi, seorang naval architect juga berperan sebagai konsultan dengan menyediakan informasi dan solusi teknis yang diperlukan untuk proyek yang sedang dijalankan.

Arsitektur kapal laut merupakan jurusan yang ideal bagi siapa saja yang berminat memulai karir di bidang ini. Teknik kelautan, teknik, desain, dan matematika adalah beberapa jurusan lain yang relevan untuk memulai profesi ini.

Gaji awal biasanya berkisar dari Rp 120 juta hingga Rp 260 juta setiap tahunnya. Selanjutnya, seorang naval architect bisa mendapatkan Rp 464 juta per tahun.

Marine engineer

Seorang marine engineer, atau insinyur kelautan, memastikan sistem kapal berfungsi sesuai desainnya. Mereka bekerja sama dengan naval architect dari awal hingga akhir, dengan berfokus pada rancangan teknik, pengujian prototip, dan pemeliharaan serta perbaikan mesin dan sistem propulsi kapal.

Mengawasi proses konstruksi dan instalasi juga merupakan bagian dari tanggung jawab marine engineer. Selain itu, mereka juga mengerjakan anjungan lepas pantai (offshore platform) dan peralatan pengeboran.

Gelar di bidang teknik kelautan biasanya merupakan persyaratan utama untuk memulai karir di bidang ini. Namun, beberapa gelar seperti arsitektur kapal laut, teknik listrik dan elektronik, atau teknik mesin juga masih relevan. 

Gaji seorang marine engineer cukup beragam. Bergantung pada jenis perusahaan, gaji untuk posisi awal berkisar antara Rp 203 juta hingga Rp 245 juta per tahun, dan gaji untuk posisi yang lebih senior adalah sekitar Rp 638 juta per tahun.

Welding engineer

Seorang welding engineer, atau insinyur pengelasan, memiliki pengetahuan yang luas dalam ilmu material, metalurgi, fisika, dan tentunya pengelasan. Tanggung jawab utamanya adalah mengembangkan serangkaian prosedur yang harus diikuti oleh operator pengelasan atau welder.

Secara khusus, untuk setiap proyek, welding engineer merancang jenis las, menentukan jenis logam, dan detail teknis lainnya, dan mengumpulkan semua data untuk merumuskan dokumen Welding Procedure Specification (WPS), yang akan diterbitkan sebelum proyek dieksekusi.

Setelah itu, mereka juga bertanggung jawab untuk mengawasi seluruh proses sesuai dengan WPS dan standar internasional yang berlaku.

Beberapa gelar yang relevan adalah teknik material dan teknik pengelasan. Selain itu, perlu dicatat bahwa untuk dapat berpraktik sebagai welding engineer di Indonesia, terdapat program pelatihan dan sertifikasi yang harus diambil.

Gaji tingkat awal untuk profesi ini adalah sekitar Rp 260 juta per tahun, dengan posisi yang lebih senior bisa mendapatkan hingga Rp 479 juta setiap tahun.

Drilling engineer

Drilling engineer, atau insinyur pengeboran, dapat bekerja baik di darat maupun lepas pantai untuk proyek mineral maupu minyak dan gas, dengan cakupan pekerjaan yang serupa. Mereka merencanakan, mengembangkan, dan mengawasi operasional pengeboran, dan mereka biasanya bekerja dengan ahli geologis guna memastikan perlindungan lingkungan.

Seorang drilling engineer bertanggung jawab untuk mengumpulkan dan menganalisis data yang terkait dengan sumur yang sudah ada dan sumur yang akan dibor, membuat rencana anggaran, membuat jadwal keseluruhan dan harian yang komprehensif serta mengawasi pelaksanaan, dan memberikan solusi akan berbagai kendala yang ditemukan di lokasi.

Untuk memulai karir sebagai drilling engineer, gelar dalam bidang geologi, perminyakan, teknik mesin, atau teknik sipil diperlukan. Akan tetapi, hampir semua disiplin ilmu teknik dapat dipertimbangkan untuk profesi ini.

Walaupun berbeda di tiap perusahaan, gaji drilling engineer sangat beragam. Lulusan tingkat pemula bisa mendapatkan dari Rp 72 juta hingga Rp 196 juta per tahun. Sementara itu, tingkatan lebih berpengalaman bisa mendapatkan hingga Rp 550 juta setiap tahunnya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email
Diana M

Diana M

Diana M, our Indonesia correspondent, is based in Jakarta. She is a former reporter from The Jakarta Globe. Through her writings, she hopes to bring awareness to important maritime security and trade issues.

More Stories from Maritime Fairtrade

The best maritime news and insights delivered to you.

Here's what you can expect from us:

  • News & key insights covering the maritime industry
  • Expert analysis and opinions on maritime corruption and more
  • Exclusive interviews